Social Items

Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Jakarta - Masyarakat Banyumas Gelar "Gebyar Budaya", Masyarakat Banyumas di Jakarta hari minggu (7/6/2015) menggelar pagelaran Bahasa, Seni dan Budaya yang bertajuk "Gebyar Budaya Banyumasan". Acara yang di gagas Arisan Gandem Marem Masyarakat Banyumas ini selain memperkenalkan budaya masyarakat Banyumas juga sebagai ajang silaturrahmi masyarakat Banyumas yang berada di Jakarta menghadapi jelang Bulan Ramadhan.

Berbagai atraksi budaya ditampilkan dalam acara tersebut seperti Kesenian "Ebeg" salah satu Budaya khas dari masyarakat Banyumas. Acara ini dihadiri ratusan masyarakat Banyumas maupun masyarakat sekitar yang ingin melihat kesenian  "Gebyar Budaya Banyumasan" yang digelar dilapangan Radio Muara.   

Kesenian "EBEG"  sebagai simbol Budaya Banyumas
Perwakilan Radio Muara Sedang memotong tumpeng
Bapak Wawang ( Ketua Arisan Gandem Marem)
Para Sesepuh  Masyarakat Banyumas

Ketua Arisan Gandem Marem, Bapak Wawang mengatakn "Arisan Gandem Marem dibentuk sebagai wadah berkumpulnya masyarakat Banyumas yang berada dibawah naungan P3B (Paguyuban Pendengar Penyiar Radio Banyumasan), "kebetulan Radio Muara sebagai salah satu Radio yang membuat program acara Banyumasan yang disiarkan setiap Sabtu malam Minggu"

"Kegiatan Kesenian ini kebetulan sekali bertepatan dengan hari jadi Radio Muara, akhirnya kita sepakat untuk menggabungkan acara seni dan budaya ini dengan Hut Radio Muara yang ke 21 dan  Arisan Gandem Marem yang  ke 14" Tambah Wawang.

Bapak Sukardi sebagai sesepuh masyarakat Banyumas sangat mengapresiasi Radio-radio yang menampilkan program acara Banyumas seperti Radio Muara ini, harapannya selain media Radio, acara seni dan budaya daerah warisan Bangsa ini juga bisa ditampilkan dimedia Televisi. 

Ratusan penonton yang menyaksikan pertunjukan seni Banyumasan ini terlihat sangat antusias, mereka berharap  acara ini rutin dtampilkan agar budaya Indonesia terutama seni Budaya asal Banyumas tak hilang ditelan waktu ataupun  di akui oleh negara lain. (Angga Permana)





Masyarakat Banyumas Gelar "Gebyar Budaya"

Konsultan HRD
Jakarta - PT Jakarta International Expo menargetkan total 5 Juta pengunjung akan hadiri Jakarta Fair Kemayoran 2015, yang diselenggarakan di lahan seluas 120.000 m² dengan 2700 peserta dan 1500 Stand. PT Jakarta International Expo juga menargetkan total transaksi sebesar 5 Triliun selama 38 hari dari tanggal 29 Mei hingga 5 Juli 2015.

5 Juta Pengunjung Akan Hadiri Jakarta Fair Kemayoran 2015

Event tahunan terbesar, terlama, dan terlengkap bernama Jakarta Fair Kemayoran yang ke-48 tahun kembali hadir tahun ini menyapa warga Jakarta dan sekitarnya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta ke-488 tahun. Jakarta Fair Kemayoran 2015 ini mengangkat tema Semangat Jakarta Fair Kemayoran, Semangat Indonesia dan sub tema Semangat Jakarta Fair Mengajak Bersama Membangun dan Meningkatkan Stabilitas Ekonomi Bangsa.
5-juta-pengunjung-akan-hadiri-jakarta-fair-kemayoran-2015
5 Juta Pengunjung Akan Hadiri Jakarta Fair Kemayoran 2015
Peserta yang mengikuti pameran dalam Jakarta Fair Kemayoran 2015 terdiri dari 60 % swasta dan 40 % UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) serta melibatkan 22 provinsi di Indonesia yang akan menempati 11 Hall ditambah area Gambir Expo, Gedung Pusat Niaga, dan area Open Space. Pada Jakarta Fair Kemayoran 2015 ini, pihak penyelenggara membuat Hall baru dengan luas 10.000 m² yang nantinya akan digunakan untuk pameran multiproduk, fashion, elektronik, anjungan BUMN, Pemprov dan Pemkab dari 22 provinsi di Indonesia.

Para pengunjung tak perlu khawatir dengan masalah kenyamanan dan keamanan, karena untuk pengamanan PT Jakarta International Expo melibatkan sekitar 500 orang Polisi, 300 orang Satpol PP, 600 TNI, dan 900 Satpam. Selain itu, PT Jakarta International Expo juga melibatkan 1.000 orang tim kebersihan demi menjaga kebersihan selama event Jakarta Fair Kemayoran 2015. Tidak hanya itu, PT Jakarta International Expo bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan bus Transjakarta Kemayoran Express dari halte Landas Pacu Timur. PT Jakarta International Expo juga menyediakan Shuttle Bus gratis dari IRTI Monas, WTC Mangga Dua, Rusunawa Kemayoran, dan Stasiun Kemayoran. Kemudahan lain yang dapat dirasakan oleh pengunjung Jakarta Fair Kemayoran 2015 adalah penggunaan smart card dan Mobile Application.

Untuk memeriahkan Jakarta Fair Kemayoran 2015, PT Jakarta International Expo menggaet sejumlah band dan artis-artis papan atas Indonesia, seperti Agnes Mo, Tulus, Slank, Iwan Fals, Nidji, Sheila on 7, dan lain-lain di Panggung Utama serta stand up comedy, dance, dangdut religi dan lain-lain di Panggung Gambir. Panitia penyelenggara juga menyediakan Grand Prize 5 Mobil dan 38 Motor, promo dan hadiah di bulan Ramadhan, serta hadiah-hadiah menarik lainnya. Selain itu, terdapat pula Kampung Betawi sebagai wujud upaya pelestarian budaya Betawi yang menghadirkan seniman, budayawan, dan kesenian khas Betawi. Khusus untuk makanan khas Betawi, panita penyelenggara menyediakan 60 titik khusus untuk kerak telor dengan 300 pedagang. Tidak hanya itu, memasuki bulan Ramadhan nanti, panitia juga menyediakan takjil gratis, kegiatan Solat Tarawih, ceramah agama dan pertunjukan seni budaya Islam.

Panitia penyelenggara pun melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yakni donor darah dan peduli anak dari tanggal 1 Juni hingga 16 Juni 2015. Kami mengajak para peserta dan pengunjung Jakarta Fair Kemayoran untuk mengikuti kegiatan donor darah sekaligus bersama-sama mendukung kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Selain Hall baru sebesar 10.000 m2 yang mulai digunakan di Jakarta Fair Kemayoran ini, Hotel Holiday Inn Express dengan jumlah 234 kamar akan dibuka pada tanggal 26 Mei 2015, 3 hari menjelang pembukaan Jakarta Fair Kemayoran. Hotel ini berlokasi di dalam area PT Jakarta International Expo, sehingga akan sangat memudahkan para pengunjung Jakarta Fair terutama yang berasal dari luar kota ataupun luar negeri untuk mencari penginapan terdekat.

Melalui penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2015 ini diharapkan mampu mendorong pengembangan MICE secara umum, menggiatkan kembali sektor ekonomi kecil dan menengah, meningkatkan produktifitas dan kreatifitas pelaku ekonomi, serta memberikan alternatif hiburan bagi masyarakat Jakarta sekaligus melestarikan budaya Betawi sesuai dengan semangat Jakarta Fair Kemayoran 2015.


5 Juta pengunjung akan hadiri Jakarta Fair Kemayoran 2015.

5 Juta Pengunjung Akan Hadiri Jakarta Fair Kemayoran 2015

Konsultan HRD
Jakarta - Kearifan lokal sebagai budaya masyarakat Indonesia yang Turun temurun adalah pola prilaku dan tatanan nilai yang dilakukan masyarakat yang mempunyai andil besar dalam menjaga lingkungan. Tatanan nilai ini pantas dihargai dengan tetap berorientasi pada keberlangsungan ekosistem yang baik.

Untuk memupuk dan menjaga agar kearifan lokal itu tetap lestari dan masyarakat mengetahui apa apa saja kearifan lokal yang ada, kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama GK Center mengadakan event yang bertajuk "Kearifan Lokal  Budaya Menjaga Lingkungan", serta mengadakan acara Ruwatan Negeri dan pagelaran wayang pada hari Sabtu, (16/05) di Taman Mini Indonesia Indah. 

Siti Nurbaya - Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
Acara ini dibuka secara resmi oleh   Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Siti Nurbaya serta turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Direktur Utama TMII Bambang Susanto

Dalam sambutannya Ibu menteri LH-K menyatakan “ kearifan lokal selaras dengan program pelestarian alam Indonesia. Kearifan lokal ini pada dasarnya adalah gagasan setempat yang bijaksana, menjadi panutan dan bernilai baik. Kita menjaga negeri ini dengan kekayaan itu,”

Menurutnya, ada empat ciri kearifan lokal.Keempat ciri tersebut antara lain mampu bertahan terhadap budaya asing, mengakomodasikan budaya yang masuk terhadap budaya yang dimiliki, mampu mengintegrasikan kedua budaya tersebut, serta mampu mengendalikan dan memberi arah terhadap apa yang akan terjadi ke depannya.

Ibu menteri juga mencontohkan kearifan lokal yang ada di Indonesia seperti, masyarakat adat Papua memiliki filosofi te aro neweak lako yang berarti alam adalah aku. Sementara itu, masyarakat Bengkulu memiliki prinsip celako kumali,  di mana kelestarian lingkungan terwujud dari adanya nilai tabu dalam berladang dan tradisi tanam tanjak.

Disamping itu ibu menteri juga berpesan pada seluruh masyarakat yang hadir untuk terus menerapkan Pancasila dan Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Kearifan Lokal Jaga Kelestarian Alam Indonesia

Konsultan HRD
Jakarta - Sambut Tri Suci Wesak 2559 Sangha Theravada Lakukan Kegiatan Sosial. Menyambut Tri Suci Wesak 2559, Sangha Theravada Indonesia melakukan dua jenis kegiatan, berupa sosial kemasyarakatan dan spriitual keagamaan di Jakarta.

kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu 10 Mei 2015 lalu dihadiri para tokoh lintas agama, yaitu Buya Safi’i Maarif (Muslim), Romo Muji Soetrisno (Pastor), DR. Judi Latif (Cendekiawan), Bhikkhu Dhammasubho Mahathera (Buddhis), Tri Uttami (Seniman), dan dari Unsur Aparat, Unsur Militer, Unsur Kepolisian.

Ketua Bidang Sosial Budaya Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Siritatano Thera mengatakan, bahwa seerangkaian kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pindapata, bursa gema wesak, pengobatan, perawatan, dan pelayanan kesehatan secara massal.




"serta dilaksanakan penghijauan, pelepasan satwa, dan sarasehan "Dialog Peradaban" dengan thema "MERAJUT NILAI BUDAYA BANGSA ANTAR UMAT BERAGAMA," ujar Bhikkhu Siritatano di Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Dalam acara sarasehan ini, jelasnya, akan  diringi suara gamelan gongso laras pelok beserta para penabuhnya dari Kampus STAB Sriwijaya Tangerang, Banten. Jalannya sarasehan dipandu presenter ternama Sandrina Malakiano. Pindapata Gema Wesak Nasional 2559 yang ke IX, katanya, bersama 40 ribuan umat dan 30-40an bhikkhu.

Pindapata Gema Wesak 2559, yang berada Taman Museum Fatahilla melaksanakan kegiatan masyarakat Buddhis Indonesia binaan Sangha Theravada Indonesia sejak; I, Januari 2005. II, Mei 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014 dan Mei 2015.

Pindapata merupakan tradisi Buddhis dilaksanakn sejak zaman Sang Buddha 2600 tahun yang lampau hingga saat ini, dalam mewujudkan Budaya Puja, yaitu kebiasaan berlaku hormat oleh masyarakat Buddhis.

"Tujuannya Untuk mempersembahkan empat kebutuhan poko hidup (sandang, pangan, papan, sarana kesehatan) kepada Sang Buddha). Setelah Sang Buddha wafat dilanjutkan oleh masyarakat kepada para bhikkhum," jelas Bhikkhu

Bhikkhu, jelasnya, adalah mereka yang sanggup melanjutkan cara hidup Sang Buddha, dan bertanggung jawab menjaga, menjalankan ajaranNya. Dengan pola "3 AT" - taAT, kuAT tirakat, dan selibAT. Sedangkan Selibat artinya; tidak berumah tangga, Taat patuh pada 227 SILA peraturan tata hidup kebhikkhuan, dan Kuat tirakat selama dua puluh empat (24) jam hanya makan 1-2 kali saja, antara jam 06.00-12.00 waktu setempat. Delapan belas (18) jam lainya puasa.

"Tri Suci Waisak/Wesak merupakan salah hari dari empat besar Agama Buddha. Maksudnya adalah tiga peristiwa penting yang tejadi pada "Purnama bulan Wesak” menurut penanggalan tahun Buddhis," katanya.

Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini pada Purnama Wesak 623 SM (Sebleum Masehi). Kedua Pertapa Siddharta di bawah pohon Bodhi (kota BodhGaya sekarang) Mencapai Penerangan Sempurna-menjadi Buddha pada Purnama Wesak 588 SM, dan ketiga Buddha Gotama wafat di Kusinagara (Kusinara) pada Purnama Wesak 543 SM.

Sedangkan Sangha adalah lembaga tinggi dan tertinggi dalam Agama Buddha. Terdapat dua otoritas struktur masyarakat Buddhis. Pertama, umat awam para perumah tangga yaitu; Upasakha (kaum pria), dan Upasikha (kaum perempuan). Kedua adalah Rohaniwan yang biarawan, yaitu para bhikkhu. Sangha adalah kumpulan para bhikkhu.

Sangha Theravada Indonesia artinya lembaga Sangha-kumpulan para bhikkhu yang berada di Indonesia. Tunduk pada dua haluan. Pertama, haluan Vinaya tata aturan kebhikkhuan, dan Kedua tunduk pada hukum perundang-undangan yang berlaku di neraga bertempat tinggal. HN


Sambut Tri Suci Wesak 2559 Sangha Theravada Lakukan Kegiatan Sosial

Konsultan HRD
Jakarta - Tren Model Rambut Masa Kini 2015 Dari Makarizo. Terinspirasi dari perpaduan kebudayaan dan waktu yuang berbeda-beda Makarizo meluncurkan kreasi rambut terbaru yang inovatif. Makarizo yang merupakan brand propesional selalu membuat inovasi dalam membuat trend rambut.

"Makarizo selalu berupaya memahami yang diinginkan dan di butuhkan konsumen. Hasil riset Makarizo mengungkapkan aspirasi utama konsumen saat ini adalah traveling dan kecenderungan masyarakat untuk traveling menjadi inspirasi besar dalam kehidupan sehari-hari," ujar Strategic Marketing Manager PT Akasha Wira InternaTional Tbk, Dyah Fitrisally di Ecopark Ancol Jakarta, Rabu (6/5/2015).



Makarizo yang merupakan perusahaan Beuty care terkemuka di Asia meluncurkan trend rambut masa kini 'Fuzione' yang diartikan fusion atau perpaduan dan kekayaan budaya mancanegara dengan era tertentu.

Dyah menambahkan  Fuzione mencerminkan perpaduan kekayaan budaya dan era dari empat benua, mulai dari Eropa, Afrika, Amerika dan Asia. Dalam Hair show hari ini bisa di saksikan 8 spring Summer dan cuplikan Winter yang akan di rilis september mendatang.

Sementara itu Wong Inte menambahkan "tren rambut Makarizo menginspirasi hairdresser untuk memberikan servis baru kepada klien, baik berupa straigtening , perming maupun coloring. Makarizo konsep kini memiliki 10 shade baru yang sudah di tunggu-tunggu,"

Makarizo selalu memberikan kualitas dan standar pelayanan terbaik serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup.

Tren Model Rambut Masa Kini 2015 Dari Makarizo

Konsultan HRD
Jakarta - Mukena SK Siap Ramaikan Pasar Busana Muslim Indonesia. Mukena SK, brand baru dalam industri pakaian muslim di Indonesia yang berkonsentrasi pada Mukena akan segera meluncurkan butik pertama nya yang nantinya akan berlokasi di salah satu mal strategis dibilangan Sudirman pada bulan Juni 2015. Menjadi yang pertama dalam hal kenyamanan wajah merupakan modal utama yang ditawarkan oleh Mukena SK bagi calon pelanggannya.
Mukena SK sendiri lahir berkat kolaborasi idealis produsen pakaian Muslim asal Indonesia dan juga produsen pakaian Muslim berpengalaman asal Malaysia yang memiliki kesamaan visi yaitu, ingin mengajak para umat muslim di kedua Negara turut mempriotitaskan pakaian ibadahnya seperti pada umumnya ketika seseorang hendak memilih pakaian terbaiknya saat ke pesta atau sebuah acara.

Fashion muslim diprediksi merupakan salah satu industri yang paling cepat berkembang. Dengan keberadaan konsumen muslim global yang dapat membelanjakan uang mereka hingga 266 dolar AS ke perlengkapan ibadah, pakaian muslim dan alas kaki.

Mukena SK - JakartaForum
 Dalam menjadikan area wajah sangat nyaman ketika mengenakan Mukena, Mukena SK di desain melalui berbagai proses research and development (R&D) yang cukup lama sebelum akhirnya diputuskan untuk di jual. Menjadi yang pertama dalam hal kenyamanan area wajah, membuat Mukena SK mempatenkan produknya dan juga hal ini sebagai bukti yang sangat serius untuk berkompetisi di segmen pakaian muslim khususnya Mukena. 

“Kami sangat berbahagia dalam beberapa bulan lagi segera meluncurkan butik pertama kami di Jakarta. Misi kami adalah mengembangkan brand Mukena SK di lokasi yang strategis dan mudah di jangkau oleh para calon pelanggan kami yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya”, tutur Mohammad Munzir Aminuddin, Direktur Marketing Mukena SK kepada Jakartaforum di Jakarta, Selasa (5/5/2015). 

“Kami tidak hanya melihat butik kami sebagai butik baru saja, namun ini merupakan pengalaman yang berharga bagi kami untuk perkembangan Mukena SK kedepannya," tambahnya.

Mukena SK ini sendiri terbuat dari bahan material kain berwarna putih yang menjadi warna favorit Rasulullah. Warna putih dinilai bisa menyatu sempurna di lingkungan beribadah dan merupakan lambang kemurnian dan kesucian. Salah satu keunikan dari Siti Khadijah adalah menawarkan mukena dalam berbagai ukuran, seperti ukuran dari XS sampai XL, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan wanita muslim sehingga nyaman saat dipakai beribadah. Mukena berwarna seperti biru, hitam dan warna lainnya terdapat dalam jenis desain mukena SK "The Prayer Outfit" (TPO) bertujuan memperlihatkan kecantikan sejati disaat beribadah, bersendiri, menghadap kepada Allah SWT. Mukena SK menggunakan 100% bahan Indonesia serta dibuat di kawasan Jakarta.

Untuk jangka panjang, Mukena SK juga berencana akan melakukan ekspansi ke kota-kota besar di Indoensia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. “Indonesia itu sangat luas, salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia membuat peluang kami untuk berkembang di berbagai kota besar juga sangat besar. Tugas utama kami saat ini adalah merubah cara pandang sebagian besar masyarakat Muslim dalam memandang Mukena” tutup Munzir. @Rudi pada bulan Juni 2015. Menjadi yang pertama dalam hal kenyamanan wajah merupakan modal utama yang ditawarkan oleh Mukena SK bagi calon pelanggannya.

Mukena SK sendiri lahir berkat kolaborasi idealis produsen pakaian Muslim asal Indonesia dan juga produsen pakaian Muslim berpengalaman asal Malaysia yang memiliki kesamaan visi yaitu, ingin mengajak para umat muslim di kedua Negara turut mempriotitaskan pakaian ibadahnya seperti pada umumnya ketika seseorang hendak memilih pakaian terbaiknya saat ke pesta atau sebuah acara.

Fashion muslim diprediksi merupakan salah satu industri yang paling cepat berkembang. Dengan keberadaan konsumen muslim global yang dapat membelanjakan uang mereka hingga 266 dolar AS ke perlengkapan ibadah, pakaian muslim dan alas kaki.

Dalam menjadikan area wajah sangat nyaman ketika mengenakan Mukena, Mukena SK di desain melalui berbagai proses research and development (R&D) yang cukup lama sebelum akhirnya diputuskan untuk di jual. Menjadi yang pertama dalam hal kenyamanan area wajah, membuat Mukena SK mempatenkan produknya dan juga hal ini sebagai bukti yang sangat serius untuk berkompetisi di segmen pakaian muslim khususnya Mukena.

“Kami sangat berbahagia dalam beberapa bulan lagi segera meluncurkan butik pertama kami di Jakarta. Misi kami adalah mengembangkan brand Mukena SK di lokasi yang strategis dan mudah di jangkau oleh para calon pelanggan kami yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya”, tutur Mohammad Munzir Aminuddin, Direktur Marketing Mukena SK kepada Jakartaforum di Jakarta, Selasa (5/5/2015).

“Kami tidak hanya melihat butik kami sebagai butik baru saja, namun ini merupakan pengalaman yang berharga bagi kami untuk perkembangan Mukena SK kedepannya," tambahnya.

Mukena SK ini sendiri terbuat dari bahan material kain berwarna putih yang menjadi warna favorit Rasulullah. Warna putih dinilai bisa menyatu sempurna di lingkungan beribadah dan merupakan lambang kemurnian dan kesucian. Salah satu keunikan dari Siti Khadijah adalah menawarkan mukena dalam berbagai ukuran, seperti ukuran dari XS sampai XL, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan wanita muslim sehingga nyaman saat dipakai beribadah. Mukena berwarna seperti biru, hitam dan warna lainnya terdapat dalam jenis desain mukena SK "The Prayer Outfit" (TPO) bertujuan memperlihatkan kecantikan sejati disaat beribadah, bersendiri, menghadap kepada Allah SWT. Mukena SK menggunakan 100% bahan Indonesia serta dibuat di kawasan Jakarta.

Untuk jangka panjang, Mukena SK juga berencana akan melakukan ekspansi ke kota-kota besar di Indoensia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. “Indonesia itu sangat luas, salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia membuat peluang kami untuk berkembang di berbagai kota besar juga sangat besar. Tugas utama kami saat ini adalah merubah cara pandang sebagian besar masyarakat Muslim dalam memandang Mukena” tutup Munzir. @Rudi/JakartaForum

Mukena SK Siap Ramaikan Pasar Busana Muslim Indonesia

Konsultan HRD
Jakarta - Radikalisme Tak Bisa Diselesaikan Dengan Cara Represif, Indonesia tengah menghadapi ancaman besar terkait dengan gerakan radikalisme yang ditimbulkan dengan propaganda yang dilakukan oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pemerintah harus cepat membuat langkah tepat untuk mengantisipasi masuknya ISIS di Indonesia, tapi tidak dengan cara represif (Pengendalian sosial yang bertujuan untuk mengembalikan keserasian yang pernah terganggu karena terjadinya suatu pelanggaran dengan cara menjatuhkan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan).

"Yang pasti gerakan radikalisme tidak bisa diselesaikan dengan cara refresif seperti yang dulu digunakan pemerintah Orde Baru. Sekarang pemerintah dan negara harus hadir melindungi rakyatnya dari ancaman dari gerakan tersebut terutama dengan memperkuat ideologi bangsa dan ekonomi rakyat. Karena strategi radikalisme untuk bisa masuk ke masyarakat  dengan memanfaatkan kelemahan ideologi dan keterpurukan ekonomi, disamping dengan cara kekerasan fisik dan senjata," ujarRektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Prof Dr Dede Rosyada MA kepada media, Selasa (5/5/2015)
Prof Dr Dede Rosyada MA

Dede mengungkapkan bahwa, ketika masih dalam urusan agama, radikalisme Itu masih bisa didiskusikan di musholla-musholla atau masjid. Tetapi bila sudah keluar dari masalah agama dan masuk ke masalah sosial dan politik serta melibatkan banyak orang, radikalisme itu harus dicegah dan diantisipasi karena itu menjadi pintu masuk radikalisme.

"Bila itu dilakukan maka salah satu ruang gerakan radikalisme agama, terutama ISIS akan tertutup. Tentu saja itu dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, karena ISIS menggunakan berbagai macam dalam menjalankan aksinya. Yang pasti kita harus lebih memperkuat lagi ideologi bangsa Indonesia dan juga meningkatkan kemakmuran rakyat.

Bila itu bisa kita wujudkan, Insya Allah, ancaman radikalisme itu, pasti akan dengan sendirinya mentah," tukas Dede. Dede mengungkapkan bahwa saat ini ring of fire ISIS di Indonesia itu ada tujuh titik, antara lain DKI Jakarta, Tangerang, Depok, dan
lain-lain.

"Meski belum nyata di Indonesia, tapi kita jangan sampai lengah, apalagi sampai kecolongan. Mereka sangat lihai dengan memanfaatkan berbagai lini kehidupan masyarakat, terutama para generasi muda. Kita harus bisa menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia dari ancaman radikalisme dan ISIS," terang Dede.

Sementara itu, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Irfan Idris mengungkapkan bahwa ancaman radikalisme atau ISIS itu telah menjadi ancaman global. Pemerintah tidak bisa sendirian untuk menangkal masuknya ISIS ke Indonesia.

"Pemerintah dan rakyat harus bisa menjalin sinergi untuk mengantisipasi dan menanggulangi propaganda dan ancaman yang dilakukan kelompok radikal, terutama ISIS. Apalagi di era modern sekarang ini, kita harus bisa solid di segala lini masyarakat sehingga sekecil apapun gerakan radikalisme itu, sudah bisa kita ketahui dan kita cegah sedini mungkin," kata Irfan.

Irfan mencontohkan, saat di setiap provinsi sudah ada Koordinator Dakwah Islamiah (Kodi). Menurutnya, setiap Kodi itu pastinya telah memiliki data-data tentang syiar agama di setiap wilayahnya masing-masing di seluruh Indonesia. Dari situ bisa dibuat program yang salah satu tujuannya adalah mencegah masuknya faham radikalisme dan menangkal masuknya ISIS.

"Kita bisa panggil pengurus, bahkan marbot setiap masjid. Kita tingkatkan pengetahuan mereka, kita bekali dengan pemahaman tentang bahaya radikalisme. Saya kira dengan begitu bisa menjadi cara untuk menangkal kegiatan radikalisme. Ada dua hal yang kita lakukan yaitu meningkatkan pemahaman mereka dan meminimalisir semangat yang tidak punya dasar tersebut. Karena kalau orang sudah punya semangat berapi-api, kadang sudah tidak maumendengarkan petuah orang tua," kata Irfan.

"Kita harus merapatkan barisan. Jangan terpancing isu tidak akurat agar umat  islam dijadikan sasaran. Untuk itu kita harus memiliki pertahanan berupa strategi untuk menangkal serangan radikalisme, terutama ISIS, sesuai dengan budaya dan kearifan lokal. Ini benar-benar harus diantisipasi, agar kita bisa menyelamatkan masa depan anak-anak dan generasi muda Indonesia," tandas Irfan Idris. Hidayat Nur/JakartaForum

Radikalisme Tak Bisa Diselesaikan Dengan Cara Represif

Konsultan HRD
Jakarta -Integrasi Papua Bukti Pengaruh Budaya Maritim. Integrasi Papua bukan baru berlangsung pada 1 Mei 1963 melainkan sudah tertanam sejak ratusan tahun sebelumnya. Hal itu diperkuat oleh adanya kebudayaan maritim yang melekat pada suku-suku di Papua diantaranya suku Biak dan Serui. Sehingga praktis hubungan antropologis dan sosiologis antara orang-orang Papua dengan suku-suku di nusantara lainnya sudah melekat dan sangat erat.

Memang demikian filosofi laut di Indonesia yang merupakan pemersatu bukan pemisah sehingga ketika suatu daerah memiliki budaya maritim sudah pasti memiliki rasa persatuan yang tinggi. Di laut setiap orang saling membutuhkan dan bersaudara, yang akhirnya memunculkan suatu peradaban maritim yang saling kait mengkait menjadi suatu peradaban nasional.


Beberapa bukti adanya kebudayaan maritim suku Biak yang merupakan salah satu suku besar di Papua ialah adanya corak yang melekat dari beberapa bentuk kebudayaanya. Penduduk pantai, terutama yang dari Biak dan Yappen, terkenal sebagai pembuat perahu. Dari yang kecil untuk satu orang sampai kapal laut yang besar, yang memerlukan 40 orang awak kapal telah mampu dibuat oleh orang rang Biak dan Numfor sejak beberapa abad yang lalu.

Mereka telah mempelajari keahlian menempa logam dari Gebe atau Halmahera. Sejak itu mereka sering berkeliling pantai dan pulau-pulau sekitarnya sebagai pandai besi. Dengan cara ini mereka menjalin hubungan yang baik dengan penduduk pedalaman hingga mereka datang menetap di pesisir.

Sebagian besar mata pencaharian orang-orang ini sebagai nelayan, sehingga kelihaian melaut dan berlayar menjadi suatu yang mendarah daging. Dari pelayaran itu, munculah konsep pertahanan atau peperangan yang biasa digambarkan dalam tarian Mambri. Dalam konteks saat ini, pelayaran itu terbagi dalam beberapa bagian berdasarkan fungsinya yaitu, armada perikanan (nelayan), armada niaga dan armada tempur. Namun, tidak menutup kemungkinan satu perahu rombongan suku Biak saat berlayar sudah mencakup tiga fungsi tersebut.

Dari keadaan ini kadang-kadang timbul semacam posisi monopoli dari penduduk pesisir yang dominan itu. Anggota beberapa klan (Keret) dengan struktur patrilineal (garis silsilah mengikuti garis bapak) dan patrilokal (anak yang telah kawin tinggal di tempat bapak) tinggal di desa-desa di Pulau Biak yang dikepalai oleh salah seorang tetua. Bersama-sama dengan tetua-tetua lain mereka membentuk suatu dewan tetua (Kankein Kakara).

Setiap keturunan klan mempunyai perahunya sendiri dan dengan perahu itu mereka membuat perjalanan-perjalanan laut yang jauh serta dapat menaikkan wibawa masing-masing orang Biak dan Numfor. Dahulu mereka melakukan pelayaran-pelayaran sampai jauh ke pulau-pulau Maluku, bahkan Gorontalo (Sulawesi Utara), Timor, Seram, Nusa Laut, Buru dan Salayar. Sedangkan untuk ke timur, pelayaran mula-mula membentang sampai ke pulau-pulau Arimoa dan Kumamba, kemudian hari sampai ke Teluk Humboldt di perairan Pasifik.

Dari adanya perkawinan-perkawinan antar klan itu maka pengaruh suku Biak yang gemar melaut itu semakin luas. Budaya maritim sangat kental sekali dalam nuansa kehidupan orang Biak itu menjadi tolok ukur dari status seseorang atau klan. Pelayaran yang identik kemudian dengan pertempuran telah melahirkan orang-orang yang ahli dalam peperangan.

Disini terlihat adanya karakter pelaut yang cenderung menjadi bangsa petarung karena biasa menembus ombak dan menghadapi gangguan-gangguan di laut seperti perompakan serta pembajakan. Kemudian sisi lain yang didapat dari karakter itu ialah kecenderungan menerima hal-hal baru saat bersentuhan atau berinteraksi dengan pelaut-pelaut lain yang berbeda suku. Sehingga proses peradaban, informasi, dan teknologi cenderung lebih cepat ketimbang suku pedalaman.

Pemimpin atau panglima perang dalam bahasa Biak disebut Mambri. Seorang Mambri sangat dihormati dalam strata masyarakat Biak. Biasanya, seorang Mambri memiliki peluang besar untuk menjadi Mananuir (kepala suku).

Ada panglima angkatan laut legendaris Tidore berasal dari Biak yang bernama Gurabesi, atau ada yang menyebutnya Kurabesi. Pada tahun 1649, waktu VOC sedang berperang dengan Tidore, datanglah suatu armada yang terdiri dari 24 perahu ke Tidore dengan membawa bahan makanan. Kapal-kapal kecil itu datang dari kepulauan Irian untuk membantu raja Tidore, di bawah pimpinan Gurabesi. sebelum berlayar ke Tidore, Gurabesi dan pasukannya singgah di Pulau Waigeo, Raja Ampat. Setelah bertahun-tahun menetap di Pulau ini, dan membangun pangkalan angkatan laut yang kuat, Gurabesi memimpin daerah ini dengan perkasa. Ia juga menjadikan Kepulauan Raja Ampat sampai Seram sebagai jalur perniagaan yang strategis.

Atas kegemilangannya memimpin pertempuran laut, Gurabesi kemudian diangkat menjadi panglima perang angkatan laut Kesultanan Tidore, atau saat ini setara dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal). Selain penghargaan berupa penobatan menjadi panglima angkatan laut, sebagai imbalannya Sultan Tidore mengizinkan anak perempuannya, Boki Tabai, menjadi istri Gurabesi. Konon, nama Papua juga pemberian dari Sultan Tidore untuk memanggil sebutan nama dari Gurabesi dengan sebutan ‘papa ua’. Sebab, dari 360 suku yang ada di Papua saat ini tak ditemukan suku kata ‘papua’ itu dalam bahasa mereka. Papua berasal kata ‘papa ua’, yang artinya ‘tiada-papa’ dalam bahasa daerah Ternate.

Sebelum Gurabesi bersama istrinya berangkat kembali ke Raja Ampat, Sultan Tidore memberi mandat kepada Gurabesi untuk menjadi raja di Kepulauan Raja Ampat dan berpesan kepadanya bahwa kerajaan Tidore akan memberikan dukungan bantuan kepada Gurabesi untuk mendirikan kekuasannya. Selain itu, kerajaan Gurabesi harus tetap menjadi sekutu Tidore.

Dari perjalanan sejarah itu, orang-orang Biak Numfor yang gemar berlayar dan melakukan perpindahan tempat tinggal menyebabkan terjadinya proses akulturasi dan asimilasi budaya pada seluruh suku-suku di Papua semakin kuat hingga mengarah pada suatu integrasi nasional saat berhubungan dengan suku-suku di nusantara lainnya. Integrasi itu yang menjadi suatu bangsa atau ‘nation’ yang besar dan tidak tersekat dengan warna kulit (ras). Itulah bangsa Indonesia yang mebentang dari ujung Sumatera hingga Papua.

Begitu pun dalam perjuangan mengembalikan Papua kepada pangkuan ibu pertiwi, yang prosesnya telah dimulai kurun waktu 1945-1963, tokoh-tokoh dari suku-suku pelaut di Papua menjadi pelopor penting dalam upaya itu. Sebut saja Frans Kaisiepo, Silas Papare, NK Suwakil, Abraham Dimara dan lain-lain merupakan tokoh-tokoh penting dalam upaya pengembalian tersebut.

Dari uraian tersebut terdapat pameo “Selama Laut Belum Berpisah, NKRI tak akan Pecah” mengingat begitu kuatnya pengaruh karakter maritim bagi proses persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 bahwa laut sebagai pemersatu bukan pemisah. Hidayat Nur/JakartaForum

Integrasi Papua Bukti Pengaruh Budaya Maritim

Konsultan HRD
Konsultan SDM
New Jakarta Forum: Budaya