Social Items

Jasa Ekspedisi
Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Jakarta Forum - Polda Metro Jaya ternyata berhasil mengamankan tiga pelaku (sebelumnya disebut cuma dua) pembunuhan sadis terhadap Enno Fahira (18) karyawati PT Polyta Global Mandiri yang tewas mengenaskan dengan kemaluan ditancapi gagang pacul.

Seperti dikutip dari Lensa Indonesia.com, Selain Rakhmat alias Dayat dan Imam Pariadi alias Bogel, juga diamankan tersangka utama pembunuhan sadis, yakni Rahmat Alim (15), pelajar SMP yang tinggal di gang Musholla Mustaddin, Desa Jati Mulya, Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten

Dalam pemeriksaan sementara diketahui jika antara korban dan Rahmat Alim ini punya hubungan khusus satu bulan terakhir. Diduga kuat, Enno Fahira dihabisi karena menolak untuk diajak berhubungan badan oleh pelaku dan kedua rekannya.


Namun hingga saat ini polisi masih terus memeriksa keterangan ketiga orang yang diamankan ini untuk diketahui peran masing-masing dlaam kasus pembunuhan sadis tersebut.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, aksi pembunuhan sadis terhadap Enno Fahira (18) karyawati PT Polyta Global Mandiri yang tewas dengan kemaluan ditancapi gagang pacul, diduga didalangi oleh pacarnya sendiri.


Polda Metro Jaya yang membantu Polsek Teluknaga dan Polres Metro Tangerang melakukan perburuan terhadap para pelaku berhasil meringkus Rakhmat alias Dayat dan Imam Pariadi alias Bogel, pembunuhan sadis yang menancapkan gagang pacul pada kemaluan Enno Fahira (18) karyawati pabrik PT Polyta Global Mandiri. Belakangan, Rahmat Alim, pelajar SMP sekaligus teman dekat korban ternyata juga sudah diringkus karena diduga kuat sebagai otak pelaku pembunuhan sadis ini.

Perlu diketahui, Enno Fahira (18) warga Pegandigan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang, Banten, yang baru 6 bulan bekerja di PT Polyta Global Mandiri, ditemukan tewas mengenaskan dalam kamar mess karyawan di desa Kosambi, Kecamatan Teluknaga, Tangerang. Sebuah gagang cangkul dilesakkan di kemaluannya sehingga nyaris hanya tersisa cangkul besinya.

Saat ditemukan kali pertama oleh dua karyawan PT Polyta Global Mandiri, tubuh wanita yang sehari-hari berjilbab itu ditutupi setumpuk pakaian dan hanya terlihat sebelah kakinya. Saat benda-benda yang menutupi seperti bantal, guling, kain-kain disingkirkan, terlihat wanita malang ini sudah tewas dalam kondisi mengenaskan.


Sadis" Pelaku Penancapan Gagang Pacul di Kemaluan Gadis Cantik

Konsultan HRD
Jakarta Forum - Edan" Koh ini Cabuli 58 Anak di Kediri. Publik Indonesia kembali digegerkan atas terungkapnya kasus pemerkosaan terhadap 58 anak di bawah umur di Kediri. Apalagi, pelaku adalah seorang yang sudah berusia 60 tahun, bernama Sony Sandra alias Koko. Koko dikenal sebagai pengusaha.

Hal ini terungkap ke publik secara luas setelah Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan "Brantas" melaporkan kejadian ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ceritanya, tim investigasi "Brantas" melakukan wawancara terhadap salah seorang korban berinisial AK yang kini telah menginjak kelas II SMP. Pada saat menjadi korban kebiadaban Sony Sandra, AK masih duduk di kelas VI SDN Jagalan, Kediri. 


Dari wawancara dengan AK, selanjutnya tim investigasi melakukan wawancara terhadap korban-korban lainnya dan orang tua korban atas tindakan pencabulan atau pemerkosaan yang dilakukan oleh Sony Sandra. Tim investigasi Brantas mengidentifikasi sebanyak 17 korban pemerkosaan oleh Sony Sandra yang telah mengaku "dikerjai" oleh pelaku. Diduga, ada 58 anak yang menjadi kebiadaban Sony Sandra.

Dari cerita korban AK, tim investigasi memperoleh cerita kronologis, bahwa awal mula perkenalan AK dengan pelaku, korban dikenalkan oleh "mami". Mami yang dimaksud adalah korban Sony Sandra lainnya, yang sudah dicabuli untuk dipesankan oleh Sony Sandra agar mengajak teman-temannya yang lain yang masih perawan.

Sehingga dari sekian banyak korban pencabulan sistem perkenalan seperti multy level marketing (MLM). Pelaku mencabuli para korban sendirian atau sekaligus bertiga dengan korban-korban yang lain.

Para korban dijemput di tempat kos atau di rumah temannya oleh pelaku dengan menggunakan mobil yang berbeda. Korban AK mengaku diberi pil warna putih, kemudian digiring ke hotel lalu kemudian diperkosa oleh Koko.

Korban AK mengaku setelah menenggak pil pemberian pelaku, mengalami pusing, mau muntah, badan lemas, wajah merah, tangan dan kaki kram. Pencabulan terhadap korban AK dan teman-temannya dilakukan secara bergilir oleh pelaku. Korban AK kemudian dipulangkan oleh pelaku ke rumah temannya yang lain, lalu dibayar 400 ribu rupiah.

AK mengaku, ia dan teman-temannya dicabuli beberapa kali di hari yang berbeda. Pengakuan salah seorang korban lainnya berinisial CAL, dia dicabuli 2 kali dan pernah pingsan akibat efek pil yang dia minum karena dipaksa oleh pelaku. Pengakuan korban berinisial A dicabuli 4 kali, lalu diberi uang 700 ribu oleh Sony Sandra.
Pembina Yayasan Kekuatan Cinta, Betania Eden atau kerap disapa Ibet yang melakukan pendampingan kepada korban AK membeberkan, pelaku bahkan kerap mengajak para anak yang menjadi korbannya untuk menonton film porno di kamar hotel. Kasus ini kemudian terungkap setelah korban AK hilang selama 5 hari, saat jelang Tryout UN SD pada Maret 2015. Ibu AK, bernama Sri Supakarti yang panik lalu melaporkan kehilangan AK ke Babinkamtibmas Kelurahan Jagalan Kediri.

Hingga akhirnya, AK ditemukan di Simpang Lima Gumul, dengan keadaan linglung seperti hilang ingatan.  AK lalu mengaku dirinya disetubuhi oleh Koko. Diperoleh pengakuan dari AK, bahwa ia dijual oleh temannya bernama Inggit yang juga merupakan korban kebejatan Koko. Ditemukan juga korban lain bernama Fida yang mengenalkan Inggit kepada Koko. Jadilah model korban Koko seperti modus MLM.

Kasus ini sendiri kemudian berkembang, dan pelaku Koko sempat ditangkap oleh polisi namun kemudian pelaku memberikan uang damai sebesar 20 juta dan meminta maaf kepada orang tua korban Inggit. Sementara orang tua AK diberi Rp. 60 juta. Mengingat pelaku merupakan bos besar dan tokoh yang berpengaruh di Kediri dan Jawa Timur, ada tekanan dari penyidik Polresta meminta para pelapor untuk mencabut laporannya.

Pelaku Koko sangat biadab dalam melakukan aksinya, dimana setiap korban yang dicabuli diberi obat yang memiliki efek pusing, lemas, mual, gemetar dan bahkan korban yang pingsan dan pelaku juga minum obat tersebut. Koko juga selalu mencabuli 2 atau 3 korban anak dibawah umur dalam satu kamar secara bergantian, dan dilakukan dua tahap dengan diselingi menonton film porno.

Pelaku Koko juga berusaha menghilangkan jejak, alat bukti dan menakut-nakuti para korban dan orang tua korban untuk tidak berbicara dengan wartawan atau pihak-pihak lain.

Pelaku Koko menguasai para korbannya termasuk keluarga korban dan memberikan uang kompensasi agar mau berdamai mengingat status sosial para korban Koko yang miskin dan dibawah intimidasi dirinya. [rmol]

Edan" Koh ini Cabuli 58 Anak di Kediri

Konsultan HRD
Jakarta - Perampokan Alfamidi Kawasan Tebet Terjadi Saat Malam Final Liga Champion. Malam final liga Champion yang menyita perhatian warga ternyata dimanfaatkan oleh sekelompok perampok.

Perampokan yang terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari Minggu (7/6)  mengangetkan warga  dikawasan tebet tepatnya di Jalan Asem Baris RayaJakarta Selatan. Diperkirakan Enam orang perampok melakukan aksinya dengan  melumpuhkan Tujuh karyawan yang berada didalam minimarket berlantai 2 tersebut.

Alfamidi kawasan Asem Baris

Menurut keterangan beberapa karyawan Alfamidi yang menjadi korban, Tiga pelaku masuk dengan menggunakan helm tertutup dengan membawa senjata api  langsung menodongkan tiga karyawan yang berada dilantai bawah.

Perampok langsung menanyakan tempat penyimpanan uang yang berada di brankas. Karena tidak mendapatkan jawaban pelaku langsung menaiki lantai 2 dan menodong Empat karyawan yang sedang tertidur.


Kompol I Ketut Sudharma S.Ik, (Kapolsek Tebet)
Setelah melumpuhkan semua karyawan yang berada di dalam akhirnya pelaku berhasil membawa kabur uang tunai total Rp.55,7juta. Menurut keterangan para saksi yang sempat melihat kejadian tersebut pelaku menggunakan 3 motor dengan 2 motor jenis Yamaha mio warna hitam dan 1 Honda Beat warna hijau.

Sebelum melakukan aksinya 6 pelaku sempat menutup rolling door yang kemungkinan untuk menutup kamera CCTV yang berada diluar mini market.

Kapolsek Tebet,  Kompol I Ketut Sudharma S.Ik, menjelaskan, "Kasus perampokan yang terjadi di wikayahnya sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan, dengan tahap awal mengembangkan kasus melalui rekaman kamera CCTV yang berada di mini market". Angga Permana (Radio Muara)


Perampokan Alfamidi Kawasan Tebet Terjadi Saat Malam Final Liga Champion

Konsultan HRD
Jakarta - Awas..Beras Plastik ini Mengandung Bahan Untuk Produksi Pipa Paralon, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan temuan beras di Pasar Mutiara Gading Timur pada Selasa (19/5) memang mengandung bahan baku plastik. “Kalau kita makan beras tersebut, sama saja kita menelan bahan plastik untuk pembuatan pipa paralon,” kata Rahmat di Bekasi, Kamis (21/5).

Sampel beras dicek oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi di Laboratorium Sucofindo, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, selama dua hari sejak Selasa hingga Rabu (20/5).


Hasilnya, beras yang dijual pedagang bernama Sembiring di Pasar Mutiara Gading itu terbukti mengandung bahan baku plastik yang berbahaya bagi kesehatan. “Bahan baku polivinil yang digunakan untuk beras tersebut adalah yang biasa digunakan untuk memproduksi pipa paralon,” kata dia.

Beras yang diuji seberat 250 gram dan berasal dari kios Sembiring, sedangkan pelapor adalah Dewi Septiani (29), warga Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Hasil uji laboratorium itu disampaikan Pemkot Bekasi kepada masyarakat melalui siaran pers bersama sejumlah media cetak dan elektronik lokal dan nasional. Hadir di sini adalah para pejabat Disperindagkop Kota Bekasi, perwakilan Kodim 0507 Bekasi, dan pegawai laboratorium Sucofindo. (HN 1)

Awas..Beras Plastik Ini Mengandung Bahan Untuk Produksi Pipa Paralon

Konsultan HRD
Jakarta - Gemuruh Kasus pengadaan UPS Pemda DKI semakin menguat, KomJend Budi Waseso  mengatakan Pengadaan UPS Pemda DKI Kasus Luar Biasa. Demikian yang disampaikan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri pagi ini kepada para wartawan saat menyambangi kantor Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota. 

Komisaris Jenderal Budi Waseso  menguraikan bahwa kasus UPS tersebut merupakan perkara luar biasa karena diindikasikan banyak melibatkan orang dengan banyak sistem. Bakal muncul tersangka-tersangka baru ke permukaan, namun ia enggan menyebut siapa saja orang yang diindikasikan bakal menjadi tersangka baru itu. "Saya tidak tahu persis, tapi bisa jadi lebih dari satu orang,”.
Sesaat sebelum menuju Balai Kota DKI Jakarta Budi mengatakan “Kami baru mau meningkatkan status tersangka baru. Sudah banyak yang kami evaluasi dari alat bukti dan keterangan saksi sehingga sudah berkembang ke kemungkinan adanya tersangka tambahan,. Tim penyidik Bareskrim pun sudah berencana menaikkan status beberapa orang menjadi tersangka baru.

Kabareskrim pun tak mau merinci latar belakang orang-orang yang bakal menjadi tersangka itu. “Sebab itu tergantung bagaimana hasil pemeriksaan. Intinya ini kasus besar yang melibatkan banyak orang, banyak sistem, dan menimbulkan kerugian negara," tambahnya.

Soal eksekutif yang juga diduga memiliki peran dalam kasus UPS, Budi mengatakan penanganan kasus tidak sesederhana itu. Menurut dia, para pelaksana yang ikut dalam perencanaan pun bisa berkembang menjadi tersangka.

Ia menegaskan, semua kemungkinan bisa terjadi dan semua pihak bisa saja menjadi tersangka. "Saya tidak mengatakan pasti, tapi kemungkinan selalu ada karena hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti yang didapat," ujar Budi.

Dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus UPS, yakni pejabat pembuat komitmen Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat Alex Usman yang telah ditahan, dan pejabat pembuat komitmen Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat Zaenal Soleman.

Terkait kasus ini pula, Wakil Ketua DPRD Abraham 'Lulung' Lunggana hari ini dimintai keterangan untuk kedua kalinya oleh penyidik Bareskrim Polri. 

Pengadaan UPS Pemda DKI Kasus Luar Biasa

Konsultan HRD
Jakarta -  Virtus Security Day 2015

Virtus selaku anak perusahaan dari PT. Computrade Technology International (CTI Group) mengadakan kegiatan seminar dan diskusi tahunan yang mereka namakan sebagai "Virtus Security Day 2015" . Sebagai informasi, Virtus adalah penyedia solusi infrastruktur teknoogi informasi (TI).

Seminar yang bertempat di Ritz-Carlton, Mega Kuningan ini mengangkat tema "Advance Threat Evolution and Future Attack Vector" , Seminar ini adalah kali kedua yang diadakan oleh Virtus, setelah pada tahun 2013 lalu Virtus mengadakan kegiatan ini untuk pertama kali.

Untuk tahun ini, Virtus Security Day membahas permasalahan - permasalahan mengenai evolusi serangan Siber serta ancaman keamanan informasi di masa depan. Hal tersebut di peruntukan guna membantu para profesional TI menciptakan sebuah strategi baru dalam menangkal serangan yang saat ini dan yang akan datang.

Sesuai dengan tema yang diangkat, pada Virtus Security Day 2015 ini menghadirkan sejumlah pembicara yang kompetrn dalam bidang Keamanan Siber seperti, Rudi Lumanto dari Id-SIRTII , Ketua umum Aptikom Richardus Eko Indrajit dan beberapa pakar security lainnya.

Wakil Presiden Virtus, Toto A. Atmojo mengungkapkan, "Teknologi yang semakin canggih tidak hanya menguntungkan perusahaan tapi juga para hackers dalam menciptakan ancaman baru yang diprediksi akan semakin destruktif. Melalui Virtus Security Day ini kami inginmeningktkan kesadaranpara profesional TI khususnya di bidang keamanan informasi dalam menangkal serangan siber melalui praktek dan strategi terbaik,"

Pada era BYOD seperti saat ini, para korporasi sangat beresiko terhadap kebocoran data rahasia perusahaan melalui penggunaan perangkat mobile dari para karyawan perusahaan tersebut. Hal ini yang perlu menjadi perhatian serius dari para petinggi perusahaan untuk lebih berinvestasi besar pada sektor keamanan siber.

Rudi Lumanto, Ketua Umum Id-SIRTII mengungkapkan, "Jumlah penduduk Siber di dunia meningkat dengan perilaku yang berbeda, hal ini sangat memungkinkan ancaman siber meningkat" beliau menambahkan, "Dalam satu menit ada sekitar 232'pc yang terinveksi malware dan 12 website yang terkena serangan serta 416 ujicoba serangan,"
Rudi juga menyebutkan ada sekitar 48,4 juta serangan yang masuk Indonesia namun sumber serangan juga sangat banyak dari Indonesia. Sekitar 12.088 terjadi insiden website dan domain terbesar yang diserang adalah domain go.id (Arie)

Virtus Security Day 2015

Konsultan HRD
Jakarta Forum - Terungkap Sarang Produksi Narkoba Milik Freddy Budiman Kepolisian berhasil membongkar pengedar narkoba jaringan internasional milik Freddy Budiman. Dalam temuan itu terungkap ada pabrik narkoba di ruko CBD Mutiara Taman Palem Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolsek Cengkareng Kompol Sutarjono, mengaku kecolongan. “Memang daerah sini tidak ada pengawasannya, karena kasus ini kita akan melakukan pemantauan dan pengawasan,” ujar Sutarjono, Selasa (14/4).

Menurutnya, ruko yang dijadikan pabrik narkoba oleh Freddy, baru didirikan sekira tiga bulan lalu. Pemilik ruko juga diketahui tidak melapor ke kepolisian setempat. “Saya sering lewat sini, tahunya ini tempat konveksi. Tetapi kan saya memang tidak dapat laporan, karena membuat usaha tidak lapor kepada kepolisian,” lanjutnya.


Dengan adanya kasus ini, Sutarjono berjanji akan menempatkan anggotanya di titik-titik yang sekiranya rawan menjadi tempat peredaran narkoba dan kejahatan. “Kami akan patroli dan tempatkan anggota kami ke tempat yang sekiranya rawan kejahatan dan tindakan ini akan bekerja sama dengan rumah tiga pilar yang kemarin diresmikan,” katanya.

Sementara ditempat terpisah, Kepala Bareskrim Polri, budi Wasesa mengungkapkan bahwa dalam pengungkapan kasus temuan 50.000 butir pil ekstasi, Mabes Polri menemukan jenis-jenis narkoba baru yang diperkenalkan dan siap diedarkan jaringan Freddy.

Narkotika jenis terbaru yang diedarkan Freddy cs adalah jenis CC4. Narkotika jenis CC4 dipilih jaringan Freddy karena mudah dibawa dan sulit terlacak aparat dan polisi.

Narkotika jenis CC4 memiliki beberapa rupa dan bentuk. “Kita kita temukan adalah berbentuk menyerupai sebuah perangko kertas dan makanan ringan. Narkotika jenis CC4 merupakan narkotika jenis baru yang beredar di Eropa. “Di Eropa jenis narkoba ini masih baru, ternyata sudah masuk Indonesia, begitu cepat masuknya” ujar Kabareskrim.

Freddy diduga berencana memproduksi sendiri narkotika jenis CC4 itu di pabrik yang telah disiapkannya di Taman Palem, Komplek CBD blok A2, Cengkareng Jakarta Barat.

Terungkap Sarang Produksi Narkoba Milik Freddy Budiman

Konsultan HRD
Jakarta Forum - LPSK : Apresiasi Korban Kekerasan Seksual Anak di JIS. Pasca Keputusan Korban Kekerasan Seksual Anak di Jakarta International School (JIS) dengan di tetapkan dua pelaku kasus kekerasan seksual anak dengan terdakwa Neil Bantleman dan Ferdinan tjong keduanya merupakan guru JIS dengan di vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan hukuman 10 tahun penjara.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengapresiasikan putusan tersebut tentu dengan pertimbangan-pertimbangan hukum dan putusan ini hendaknya menjadi peringatan bagi para pelaku lain untuk tidak melakukan kejahatan serupa.


"LPSK menerima permohonan dari korban dan untuk memberikan perlindungan di antaranya perlindungan fisik serta memberikan bantuan rehabilitasi psikologis bagi korban," ujar Wakil ketua LPSK, Drs Hasto Atmojo Suroyo, M.Krim di Jakarta, Senin (6/5/2015).

LPSK merasa prihatin setelah mengalami masalah ini para korban terutama anak korban menjadi trauma. Proses hukum yang panjang meyebabkan korban merasa lelah sehingga mempengaruhi proses pemulihan kejiwaan secara total. Hidayat Nur/Jakarta Forum

LPSK : Apresiasi Korban Kekerasan Seksual Anak di JIS

Konsultan HRD
Konsultan SDM
New Jakarta Forum: Kriminal